Perjuangkan Penyeragaman Pendapatan Guru, Gubernur Rohidin Diapreasiasi

Published by kominfo news on

Bengkuluprov – Upaya Gubernur Rohidin perjuangan penyeragaman pendapatan guru, diapresiasi tenaga pendidik di Provinsi Bengkulu. Hal ini ditegaskan tenaga pendidik Suyanto sekaligus Ketua Panitia HUT PGRI ke-74. Menurutnya kebijakan penyetaraan hak pendapatan bagi guru honorer sangat bagus dan bermanfaat, sebab selama ini nasib guru honorer luput dari perhatian, padahal perannya sangat besar dalam dunia pendidikan. 
“Kami sangat berterimakasih, memiliki Gubernur yang perhatian dan peduli akan nasib guru, dihari ulang tahun para guru sangat bahagia mendapat kado terbaik yaitu penyeragaman hak pendapatan bagi para guru honorer” ujar Suyanto dalam sambutannya saat Hari Ulang Tahun PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional Tahun 2019 Tingkat Provinsi Bengkulu, 28/11.
Hal senada juga diungkapkan Sukadi yang juga guru yang betugas di Bengkulu Utara. Menurutnya, perhatian Gubernur Rohidin terhadap tenaga pendidik, perlu diapresiasi.
“Alhamdulilah semasa kepemimpinan Gubernur Rohidin, sudah bagus, semua sangat menunjang,” ujar tenaga pendidik Bengkulu Utara, Sukadi.
Terkait langkah penyeragaman pendapatan guru, sebelumnya, Kepala Cadin Mukomoko juga diapresiasi gebrakan Gubernur Rohidin dalam upaya mengangkat harkat dan martabat para guru, khususnya guru honorer yang selama ini sudah banyak memberikan kontribusi pada masyarakat.
“Karena seingat saya, selama menjadi pegawai 32 tahun lebih, SK Gubernur yang dikeluarkan ini merupakan yang pertama untuk sekolahan. Biasanya honorer hanya mendapatkan SK Bupati sehingga ini patut kita dukung bersama,” kata Jasni beberapa waktu lalu, di Kantor Gubernur Bengkulu.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menegaskan, dirinya siap membangun komitmen bersama, membangun semangat dan tekad bersama, bahwa sektor pendidikan di Provinsi Bengkulu harus maju dan kualitasnya lebih baik.
“Sektor pendidikan harus menjadi konsen yang harus menjadi prioritas kita semua,” tegas Rohidin.
“Disektor pendidikan, kebijakan pertama yang kita ambil adalah bagaimana kepastian data seluruh honorer, karena ini provinsi yang menjadi kewenangan gubernur maka keputusan kami bersama DPRD mulai 1 Januari 2020, semua tenaga pendidikan dan kependidikan di SMA, SMK dan SLB se-Provinsi Bengkulu, sekitar 3491 orang kita tetapkan menjadi honor resmi pemerintah daerah Provinsi Bengkulu,” ujar Gubernur disambut antusias.
Menurut Gubernur Rohidin, dirinya tahu betul kondisi di lapangan, guru-guru hanya dihargai 150 ribu, 200 ribu, paling besar 400-500 ribu. Oleh sebab itu, Gubernur Rohidin bertekad membuat standarisasi. SK yang dikeluarkan adalah kolektif, SK per Kabupaten untuk masing-masing unit pendidikan SMA, SMK, SLB, tenaga pendidik dan kependidikan termasuk penjaga sekolah.
“Guru adalah penentu kualitas masa depan bangsa Indonesia, termasuk Provinsi Bengkulu,” pungkas Rohidin. (mc diskominfotikprovbkl)

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + twelve =