Plt. Gubernur : Bangun Bengkulu Melalui Pendekatan Pemecahan Masalah

Published by kominfo news on

Bengkuluprov-Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah hadir dalam dialog insan cita yang digelar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bengkulu pada Senin (26/3/2018). Saat menutup dialog dengan tema Memahami Bengkulu: Bakti Kahmi Untuk Kemajuan, Rohidin menyampaikan, kini saatnya melihat Bengkulu dari sudut pandang pemecahan masalah, bukan sekadar permasalahannya saja.

selain untuk membangkitkan spirit bahwa Bengkulu mampu menjadi daerah yang sejajar dengan daerah maju di Indonesia, menurut Rohidin, Bengkulu sejatinya mempunyai potensi daya ungkit ekonomi untuk wilayah Sumatera.

“Persoalan ekonomi misalnya, kita berupaya menjadikan Pulau Baai menjadi pelabuhan yang terintegrasi. Ini adalah usaha menaikkan neraca ekspor untuk komoditas andalan,  9 kabupaten dan 1 kota. Sudut pandang pemecahan masalah, akan membangkitkan spirit bahwa Bengkulu bisa dan mampu berpengaruh untuk wilayah sekitar,” papar Rohidin.

Upaya membuka akses dan infrastruktur dasar, lanjut Rohidin, juga tidak bisa hanya dilakukan Pemprov Bengkulu. Ini juga membutuhkan sinergi seluruh pemda, agar Bengkulu sebagai rumah besar dengan penduduk yang hanya mencapai 2 jutaan jiwa itu. Termasuk Wonderful Bengkulu 2020, jelasnya, bukanlah identitas satu daerah, namun diharapkan bisa menjadi sumber ekonomi baru untuk seluruh daerah di Bengkulu.

“Bahkan Pelabuhan Pulau Baai saja awalnya adalah masalah, tetapi setelah perbaikan manajemen, sekarang meningkat positif mencapai 180 persen. Provinsi mendukung pengembangan menjadi pelabuhan terintegrasi, kemudian pemda juga mem-breakdown agar komoditasnya bisa keluar melalui satu pintu. Ini perlu support dan kita siapkan, jangan kita minta sekarang semua lewat Pulau Baai tetapi terminalnya belum siap,” terang Rohidin dalam dialog yang juga dihadiri mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva.

Dalam dialog saat itu, dibahas Bengkulu dari berbagai sudut pandang, seperti ekonomi hukum dan budaya. Narasumber bidang ekonomi dan keuangan, hadir Ketua OJK Perwakilan Bengkulu, Yan Safri. Dirinya menyebutkan, Bengkulu berpotensi menjadi daerah produksi. Azhar Marwan narasumber soal budaya memaparkan, Bengkulu punya beragam budaya yang semestinya bisa diperkenalkan ke publik yang lebih luas.

“Membangun Bengkulu ini jelas membutuhkan dukungan, termasuk kritik yang membangun. Saya yakin Kahmi merupakan mampu menjadi simpul dukungan moril, agar Bengkulu mampu bangkit dan mengejar, karena kita miliki potensi itu,” tutup Rohidin mengakiri dialog yang digelar di ruang Pola Provinsi Bengkulu. (Jamal-Media Center, Humas Pemprov Bengkulu)


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 2 =