Plt. Gubernur Bengkulu Apresisi Gerakan Ketuk Pintu

Published by kominfo news on

Bengkuluprov – Guna mengedukasi masyarakat terhadap bahaya penyakit Tuberculosis atau yang biasa disingkat TBC, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu berkerja sama dengan Aisyiyah Wilayah Bengkulu dan Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bengkulu menggelar Seminar Nasional dalam rangka Hari TBC Sedunia, Selasa (27/3) bertempat di Aula Kampus 4 UMB.

Penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini masuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia dan masih menjadi penyebab utama kematian bagi penyakit infeksi menular di Indonesia.

Menurut data Dinkes Provinsi Bengkulu terdapat 8 Ribu kasus TBC di Provinsi Bengkulu, dengan yang teridentifikasi sebanyak 26 persen, sehingga dibutuhkan penanganan yang serius dari semua pihak.

Dinkes Provinsi Bengkulu bersama Aisyiyah dan IDI Wilayah Bengkulu telah melakukan gerakan Ketuk Pintu, yakni kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh kader kesehatan ke rumah – rumah untuk memberikan informasi mengenai TBC serta menemukan orang yang terjangkit TBC dan merujuknya ke puskesmas atau fasilitas kesehatan.

Pada kesempatan ini Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengapresisi gerakan ini, menurutnya gerakan ini sangat dibutuhkan sebab gerakan ini melibatkan masyarakat secara langsung untuk memberikan penanganan sebuah penyakit yang sekarang masih infeksi endemik di Indonesia bahkan dunia yakni TBC.

“Kerja sama seperti ini artinya Dinas Kesehatan, kemudian kerja sama dengan IDI, kerjasama dengan  Aisyiyah seperti ini saya kira akan sangat efektif sekali. Mereka dengan pola Ketuk Pintu itu katanya bisa 10 rumah per hari per kader itu luar biasa,” jelas Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga meminta agar Dinkes Provinsi Bengkulu juga melakukan gerakan ini tidak hanya di Kabupaten/Kota namun hingga ke Desa maupun Dusun – Dusun.

“Jika pola ini dilakukan secara menyeluruh kita ingin Bengkulu bisa bebas dari TBC itu target kita,” tegas Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni sendiri mengungkapkan pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan maupun upaya pencgahan dan penyuluhan, serta pendekatan – pendekatan kepada masyarakat terkait bahaya penyakit TBC.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjalankan pola hidup sehat, terlebih kepada daerah – daerah yang rentan terkena TBC seperti daerah kumuh serta area tambang.

“Kita menghimbau kepada masyarakat bahwa TBC ini salah satu penyakit dari perilaku yang tidak sehat, mari kita berupaya jangan sampai menderita TBC ini. Berperilaku hidup sehat sejak dini dan ketika gejala TBC segera periksa kesehatan dan obati sampai sembuh, biayanya gratis,” terang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni.

Pada kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua IDI Wilayah Bengkulu Syafriadi, dengan pemateri seminar dari Komite Ahli Penanggulangan Tuberkulosis yang juga Dosen Kesehatan Masyarakat Pandu Riyono, Dosen serta Mahasiswa Kesehatan. (Morecka – Media Center Humas, Pemprov Bengkulu)


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 + 17 =