Plt. Gubernur Bengkulu: Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Berhasil

Published by TD on

Bengkulu – Program Upaya Khusus (Upsus) Pajale (Padi, Jagung, Kedelai) akan dapat berhasil jika semua pihak, baik di tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai ke penerima akhir program memahami sistem dan mekanismenya.

Hal ini disampaikan Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Upaya Khusus (Upsus) Pajale (Padi, Jagung, Kedelai) di Provinsi Bengkulu, Sabtu (27/1).

Terkait mekanisme dan sistemnya menurut Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, pada pembagian tugasnya harus jelas selain itu target dan sasarannya juga harus pasti. Namun teknis penetapan lokasi dan penerima program ini yang harus benar-benar dikawal dengan baik.

“Kalau pada poin ini berhasil kita lakukan tentunya dengan angka–angka yang pasti, dengan prosedur–prosedur yang bisa dipertanggungjawabkan, ini saya kira menjadi langkah awal Upsus ini berhasil,” jelas Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Plt. Gubernur juga menambahkan tidak ada alasan untuk tidak berhasil, karena dari sisi sumber daya lahan, iklim, kesuburan tanah maupun ketersediaan tenaga kerja, Provinsi Bengkulu sangat mencukupi.

Di samping juga perlu adanya pengawasan dari pihak terkait, maka Plt. Gubernur Rohidin Mersyah pada kesempatan ini mengaharapkan pada Rakor ini juga dibuat sebuah sistem pengawasan mulai dari penentuan calon penerima program sampai lokasi program.

 “Saya kira pak Dandrem ada, Dandim, Papung hadir disini saya kira ini bagian dari pada bagaimana kita membangun sistem pengawasan yang baik,” ungkap Plt. Gubernur Rohidin Mersyah.

Plt. Gubernur Rohidin Mersyah juga meminta agar ketika Rakor ini selesai pada tingkat Provinsi, akan dilanjutkan pada tingkat Kabupaten/Kota penerima program Upsus Pajale yang mengikut sertakan semua stakeholder serta mitra kerja serts memastikan waktu tanam dan matrik alokasi bibit secara tepat.

 “Kita tidak ingin program yang sifatnya masal seperti ini, pada akhirnya menjadi hal yang tidak produktif hanya karena pola penyaluran calon penerima, kemudian komitmen untuk melaksanakan program tidak bisa dipertanggungjawabkan secara berjenjang pada level Provinsi dan Kabupaten/Kota” tegas Plt. Gubernur Rohidin Mersyah.

Hadir pada Rakor ini Dirjend Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto, Dandrem 041/Gamas Kol. Inf. Irnando Arnold B. Sinaga, Bupati Kabupaten Bengkulu Selatan, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan, Perwakilan Perusahaan Perkebunan serta undangan lainnya. (Morecka–Media Center, Humas Pemprov Bengkulu)


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × four =