RAJA-RAJA NUSANTARA BERKUMPUL DI PROVINSI BENGKULU

Dipublikasikan oleh TD pada

Kominfonews (29/11/17). Puluhan raja-raja Nusantara hadiri Sidang Mufakat Rajo Penghulu di Bengkulu. Raja-raja yang tergabung dalam Majelis Agung Raja Sultan (MARS) Indonesia ini melakukan pertemuan di Balai Raya Semarak Provinsi Bengkulu, Selasa (28/11).

Pertemuan yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri ini, untuk menggali, membangkitkan dan melestarikan bahwa Bengkulu merupakan bumi beradab dan bertuah.

“Esensi yang paling dalam dari pesan moral pada kegiatan yang kita lakukan ini, adalah bagaimana kita membangkitkan semangat terhadap semua kisah sejarah dari raja-raja, adat istiadat yang berkembang di nusantara dengan segala kearifan lokal yang dimiliki,” ujar Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Menurut Rohidin, dilangsungkannya pertemuan Raja-raja Nusantara di daerah yang lebih dikenal dengan sebutan Bumi Raflesia ini, menjadi kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat Provinsi Bengkulu.

Bengkulu yang juga pernah menjadi bagian dari Kerajaan Sriwijaya, memiliki beberapa situs peninggalan yang masih bisa disanksikan hingga saat ini. Seperti peninggalan berupa pilar di Kabupaten Kaur yang diyakini sebagai peninggalan kerajaan Sriwijaya.

Plt Gubernur Bengkulu Mendapat Gelar Adat Raja Agung II

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, diberikan gelar adat Raja Agung II oleh Rajo Karang Neo Kabupaten Lebong serta mendapatkan tanda Kehormatan Kesultanan Mukomuko dalam acara pertemuan Raja-raja Nusantara.

Penganugerahan Gelar Adat dan Kesultanan ini di saksikan langsung oleh para Raja-Raja Nusantara, Sultan, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat Istiadat.

Selain itu juga tampak Hadir Perwakilan dari Majelis Agung Raja Sultan (MARS) dan Silatnas serta dari Direktorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI (Ditjen Kemendagri RI).

Pemberian Gelar Adat dari Kerajaan Karang Neo Kabupaten Lebong tersebut, diberikan langsung oleh Rajo Karang Neo Lebong, Rosjonsyah. Pemberian Gelar adat ini ditandai dengan pemberian selempang kerajaan, keris dan tongkat kebesaran.

Sedangkan pemberian tanda kehormatan Kesultanan Mukomuko diserahkan langsung oleh Sultan Mahkota Maharaja Sakti dari Kesultanan Mukomuko. Pemberian tanda kehormatan berupa penyematan Pin Kesultanan Mukomuko ini, juga diberikan kepada Ketua Badan Musayawarah Adat (BMA) Kota Bengkulu, Effendi MS.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tinginya atas pemberian Gelar Adat dan tanda Kehormatan tersebut kepada dirinya.

“Terhadap gelar dan pangkat atau sebutan apapun yang diberikan kepada kami, maupun Bengkulu ini sebagai Negeri pembangkit peradaban dunia, saya kira ini pengahargaan yang luar biasa dan dalam penghargaan ini tersimpan tanggung jawab yang besar,” tutur Plt Gubernur Rohidin Mersyah, usai menyandang Gelar Adat Raja Agung II. (Saipul-Media Center, Humas Pemprov Bengkulu).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 16 =