Refocusing Anggaran Percepatan Penanganan Covid19 Segera Dieksekusi

Published by kominfo news on

Bengkuluprov – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memimpin langsung Video Conference terkait dengan Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa di Daerah Dalam Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19. Rabu(8/4).

Mendagri meminta agar refocusing anggaran segera dieksekusi oleh Provinsi dan Kabupaten/ Kota, karena dampak Covid-19 ini bukan hanya pada kesehatan namun juga berpengaruh pada perekonomian.

Tentu yang paling merasakannya saat ini adalah masyarakat kecil, untuk itu jaring pengaman sosial harus segera dibuat untuk memberikan rasa aman kepada mereka.

“Banyak masyarakat – masyarakat terpukul terutama yang kurang mampu, jika mereka tidak ditangani dan tidak dibantu, baik dari pemerintah maupun non pemerintah, maka krisis kesehatan bisa saja menjadi krisis ekonomi dan krisis ekonomi dapat menjadi krisis sosial yang akan berdampak pada krisis keamanan,” jelas Tito Karnavian.

Menindaklanjuti instruksi Mendagri ini, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri menjelaskan telah melakukan relokasi anggaran jadi baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota namun dengan tetap melihat kebutuhan.

“Kita telah sampaikan ke seluruh masing – masing kabupaten/kota dan juga alokasi Provinsi itu telah mengalokasikan anggaran untuk dampak sosial akibat terjadinya Covid-19,” jelas Hamka.

Hamka pun menambahkan telah menunjuk Kepala Dinas Sosial untuk melakukan koordinasi ke Kabupaten/Kota melalui pendataan hingga teknis pelaksanaannya terkait bantuan sosial yang akan diberikan Pemprov.

“Teknisnya nanti kita melalui pendataan yang benar dan akurat sehingga benar – benar orang yang menerima bantuan sosial itu adalah betul – betul kena dampak dari Covid itu sendiri,” tambah Hamka Sabri.

Terkait Alat Pelindung Diri (APD), Hamka menjelaskan Pemprov melalui Dinas Kesehatan secara bertahap terus melakukan pemesanan APD guna membantu para tenaga – tenaga medis yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Kita dapat separuh, kita ambil, kemudian pesan lagi, karena stok terbatas, untuk pengadaannya juga tidak sanggup kalau sekaligus, Insya Allah sampai saat ini APD kita masih dalam kondisi terkendali dan cukup,” jelas Hamka Sabri. [Moreka & Riyan]


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − 12 =