Rencana Strategis Lindungi Hak Perempuan dan Anak

Published by kominfo news on


Bengkuluprov – Masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi serta belum terpenuhnya hak perempuan dan anak, mendorong organisasi Cahaya Perempuan Women Crisis Center (WCC) berupaya menyusun rencana strategis kedepannya.
Sebagai organisasi yang fokus terhadap hak perempuan dan anak, Cahaya Perempuan WCC berupaya menyusun langkah-langkah konkrit dengan menggelar Seminar Capaian 4 tahun Program Cahaya Perempuan WCC dan Lokakarya Penyusunan Rencana Strategis.
“Untuk itu, Cahaya Perempuan WCC ingin mereview dan merumuskan ulang positioning lembaga empat tahun ke depan (2020-2024) berdasarkan peta kekuatan organisasi, kekuatan kolektif kelompok, kemampuan advokasi dan jaringan kerja,” sampai Dewan Pengurus WCC Ati Musiardanis dalam laporannya. 
Dijelaskan Ati Musiardanis, selama kurun waktu 4 tahun terakhir, Cahaya Perempuan WCC merancang program strategis yang lebih menyasar kepada perempuan akar rumput, stakeholder  dan perangkat desa/kelurahan.
Seminar dan Lokakarya yang berlangsung dua hari ini (5-7/12) mneghadirkan narasumber dari Komnas Perempuan serta DP3APPKB Provinsi Bengkulu yang diikuti peserta dari perwakilan Forum Komunitas Akar Rumput (FKPR) Kabupaten Rejang Lebong, Seluma dan Kota Bengkulu.
Penjabat Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri yang membuka secara resmi acara tersebut menyampaiakn apresiasi yang tinggi kepada oranisasi perempuan WCC yang telah menggelar Seminar dan Lokakarya tersebut.
Apresiasi tersebut disampaikan Hamka Sabri, mengingat selama kurun waktu 4 tahun perjalannya, organisasi Cahaya Perempuan ini telah berjuang secara mandiri guna memenuhi hak perempuan dan anak, melindungi perempuan, anak dan remaja dari kekerasaan serta mengangkat harkat dan martabat perempuan agar setara dengan laki-laki. 
Program yang dijalankan WCC, menurut Hamka sangat selaras dengan program pemerintah dalam meningkatkan Indek Pembangunan Manusia serta mengentaskan kemiskinan.
“Perlu adanya upaya kerjasama antara pemerintah dengan organisasi perempuan guna mengatasi permasalahan mengenai perlindungan dan hak perempaun dan anak,” kata Hamka Sabri.
Hamka menyebutkan, peran perempuan khususnya ibu-ibu dalam memperjuangkan kehidupan keluarganya maupun bangsa dan negara ini sudah ada sejak dulu kala dan tetap terasa manfaatnya hingga saat ini. (mc diskominfotikprovbkl)

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 2 =