Ritual Menjara pada Festival Tabut Bengkulu

Published by kominfo news on

Kominfonews (26/9). Malam ke enam ritual perayaan Tabut 2017, ditandai dengan prosesi ritual menjara. Pada kesempatan ini Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) berkunjung ke kelompok lainnya, bertanding musik dol yang merupakan alat musik tradisional masyarakat Bengkulu.

Pada prosesi ritual menjara ini, suasa tampak sakral, panji-panji kebesaran berkibar sebagaimana pasukan sedang berangkat ke medan perang.

Tradisi perayaan ritual tabut sendiri, menurut Ketua Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Syafril Shahbuddin, tidak bisa lepas dari nama penyebar Islam di Bengkulu, Syeh Burhanudin Imam Senggolo. Keluarga Imam Senggolo inilah, menurut Syafril yang memperkenalkan tradisi tabut di Bengkulu.

“Tradisi ini berawal dari keturunan Husein. Saat Husein meninggal, yang tersisa adalah 1 anak laki – laki dan ada beberapa yang perempuan. Zainal Abidin inilah yang beranak pinak,” ujar Syafril.

Secara garis besar, setiap prosesi perayaan ritual Tabut ini menggambarkan sebuah peristiawa peperangan yang terjadi di Padang Karbala, dan wafatnya cucu Nabi Muhammad, Imam Husien. (Dora-Media Center Pemmprov Bengkulu)


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × four =