Teladani Keluarga Nabi Ibrahim As, Lebaran Kurban di Tengah Pandemi Covid-19 Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Published by TD on

Bengkuluprov – Perayaan Hari Besar Islam, Idul Adha 1441 Hijriah dilakukan dengan cara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19. Dengan menerapkan Protokol Kesehatan, mulai dari tata letak barisan shaf shalat yang diatur dengan berjarak hingga 1 meter, dan seluruh jamaah dihimbau untuk menggunakan masker, serta tahun ini juga tradisi berjabat tangan diganti dengan salam senyum atau sekedar lambaian tangan.

Namun, semua hal tersebut tidak mengurangi kekhidmatan hari raya idul adha, takbir terus berkumandang saling bersaut sautan, begitupun antusias masyarakat sangatlah besar untuk menjalankan shalat Ied.

“Walaupun kita sedang menghadapi wabah pandemi Covid-19, namun tidak menyurutkan niat dan semangat kita untuk terus beribadah kepada Allah SWT,” ujar Gubernur Rohidin Mersyah saat bertindak sebagai khatib shalat Idul Adha 1441 Hijriah, di halaman masjid Raya Baitul Izzah, Jumat (31/7).

Lebih lanjut, ia menyampaikan memaknai Idul Adha bukan hanya sekedar menyembelih hewan kurban, namun lebih jauh dari itu. Kisah perjalanan Nabi Ibrahim dan keluarga merupakan awal dari turunnya perintah dari Allah SWT, agar kita tetap tegar dan berikhtiar kepada-Nya saat menghadapi cobaan.

“Apapun cobaan yang diturunkan Allah SWT kepada umatnya pasti terkandung hikmah besar yang telah ditetapkan. Seperti halnya, Kisah perjalanan keluarga besar Nabi Ibrahim As yang menjadi teladan bagi umat muslim didunia,” jelas Rohidin.

Terakhir, Rohidin berpesan ketakwaan akan membuahkan kemuliaan, dan kemuliaan seseorang pasti didasari kepahaman, ilmu, akal sehat yang menjadi dasar keyakinan kemantapan dalam memegang prinsip. Dan Setiap kebijakan peran yang diambil, tentunya harus dibungkus dengan keikhlasan yang sempurna.

“Jangan pernah kecewa belum pernah menunaikan ibadah haji, namun jangan juga pongah jikalau sudah menginjakkan kaki ke tanah suci. Walaupun kita belum tunaikan ibadah haji, namun nilai-nilai Hajar dan Ismail sudah ada dalam diri kita masing-masing,” pungkasnya.

Dalam pelaksanaannya Shalat Ied, bertindak sebagai imam shalat Idul Adha adalah H. Rusli Daud, dan untuk diketahui, total hewan kurban Se-Provinsi Bengkulu mencapai 8.453 hewan, dengan rincian, 123 ekor kerbau, 5009 ekor sapi, 3321 ekor kambing. (MC Pemprov Bengkulu)

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 8 =