Tiga Komoditas Pokok Terdampak Pandemi Covid-19

Published by TD on

Bengkuluprov – Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Yuliswani mengikuti Webinar Ketahanan Pangan selama dan pasca Covid-19 pada hari Kamis (14/5) di Ruang VIP Pola Pemprov Bengkulu. 

Pada Kesempatan ini, Yuliswani menjelaskan bahwa tema yang dibahas pada webinar yang dimotori oleh Ketua BPKN, Ardiansyah ialah menjaga integritas ketahanan pangan dalam upaya mempertahankan hak-hak konsumen.

“Sehubungan dengan pembahasan ketahanan pangan ini sendiri, stok beras khusus Provinsi Bengkulu saat ini sudah dapat dikonfirmasikan dengan kondisi aman, namun ada beberapa bahan pokok yang harganya sedikit meningkat tetapi dengan kondisi ketersediaan yang masih ada,” jelas Yuliswani.

Disamping itu, Provinsi Bengkulu saat ini ada tiga komoditas bahan pokok yang menjadi permasalahan dengan harga yang meningkat. Hal ini dibenarkan Yuliswani bahwa permasalahan tiga komoditas bahan pokok seperti bawang putih, bawang merah, dan gula pasir juga dialami oleh seluruh wilayah se-Indonesia akibat dampak pandemi Covid-19.

“Tentu permasalahan ini membuat Pemerintah Provinsi Bengkulu berpikir bagaimana untuk memasok gula, bawang putih dan bawang merah, sehingga harga dari ketiga bahan pokok tersebut dapat stabil kembali,” ungkap Yuliswani.

Ia juga menyebutkan saat ini kondisi pemerintah pusat sedang menghitung betul produksi dan stok yang tersedia, termasuk siklus panen dan cuaca.
“Semoga pemerintah pusat ini sendiri tidak kecolongan seperti dalam kasus gula. Celakanya, kelangkaan bahan pangan, terutama gula dan bawang akibat manajemen pangan yang lemah tersebut,” tutup Yuliswani. 

Untuk diketahui, tahun 2020 Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) melakukan kajian kebijakan perlindungan konsumen dari berbagai sektor prioritas yang salah satu terkait stok bahan pangan selama pandemik Covid-19 dan ketua BPKN meminta kepada masing-masing Pemerintah Daerah untuk melakukan perlindungan konsumen semasa pandemi maupun pasca pandemi nanti.

(MC Diskominfotikprov)

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 4 =