Update Covid-19: Dua Warga Dinyatakan Reaktif

Published by kominfo news on

Bengkuluprov – Dalam Konfrensi Pers di Posko Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu Jumat sore (17/4) diketahui ada 2 warga yang dinyatakan reaktif saat dilakukan rapid test. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu Jaduliwan selaku juru bicara Posko Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu.

Orang pertama merupakan warga Kaur berinisial AQ (58), meski dinyatakan reaktif namun yang bersangkutan masih berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), karena memiliki gejala klinis dan memiliki riwayat perjalanan dari Kota Bengkulu.

“Status belum PDP karena yang bersangkutan masih stabil, dan kita sarankan isolasi mandiri. Untuk Swab, sudah kita ambil. Tinggal kirim dan tunggu hasil dari Balai,” ungkap Herwan.

Herwan menjelaskan, sebelumnya AQ dirujuk ke RSUD Hasanuddin Damrah Manna, Bengkulu Selatan karena berdasarkan rapid test dinyatakan reaktif. Namun kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil.

Selain AQ, satu warga Kota Bengkulu berinisial LH (39) juga dinyatakan reaktif saat dilakukan rapid test. Perempuan tersebut merupakan tenaga kesehatan dan disarankan melakukan isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari ke depan.

Untuk memastikan apakah mereka positif Covid -19 atau tidak, saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu masih menunggu hasil pemeriksaan swab cairan tenggorokan kedua orang tersebut dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.

“Langsung diambil swab karena prosedur setiap hasil reaktif harus diambil swab dan yang bersangkutan harus melakukan isolasi mandiri di rumah terlebih dahulu,” kata Herwan.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Covid -19 Jaduliwan mengatakan, hingga Jumat sore penambahan jumlah Orang Dalam Pemantauan sebanyak 18 kasus baru. Rincian penambahan ODP ini berasal dari Kota Bengkulu sebanyak 15 orang, dari Bengkulu Utara 1 orang, Seluma 1 Orang dan dari Kaur 1 Orang.

“Hari ini ada penambahan ODP sebanyak 18 orang, sedangkan untuk PDP tidak ada penambahan. Kemudian informasi secara keseluruhan yang sudah dilakukan rapid test sebanyak 1.443 orang, dari jumlah tersebut 1.437 unreaktif dan enam orang dinyatakan reaktif,” demikian Jadul. [Etri]

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × one =