Vicon Bersama Mendagri, Gubernur Paparkan Anggaran Pemprov Proporsional

Published by kominfo news on

Bengkulu – Pemprov Bengkulu terus memaksimalkan proporsi anggaran untuk digunakan dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu. Hal ini disampaikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai melakukan Vicon bersama Mendagri, Menkeu, Menkes, serta Gubernur dan Bupati/ Walikota se-Indonesia Terkait Tata Cara Refocusing dan Realokasi pada APBD TA 2020, Jumat (17/4).

“Kita menyampaikan bagaimana struktur perubahan APBD dengan penanganan Covid-19 Alhamdulilah sejalan secara nasional, karena posisi APBD Bengkulu memang kalau dalam ukuran nominal dari 34 Provinsi termasuk 5 Provinsi terkecil dari total APBD,” jelas Gubernur Rohidin.

Ditambahkan Gubernur Rohidin bahwa kesiapan Provinsi Bengkulu terhadap penanganan Covid-19 telah mencukupi, untuk itu anggaran yang disampaikan sudah proporsional.

“Dari sisi sarana dan prasarana pendukung untuk di Bengkulu dengan kejadian kasus sekarang itu sudah siap, ruang isolasi rumah sakit, tenaga medis yang sudah terampil dan terlatih lengkap dengan fasilitasnya, APD juga sudah mencukupi, maka anggaran kita sangat proporsional dengan nilai seperti itu, ini kita sampaikan ke Mendagri dan Menkeu,” tambah Rohidin.

Dukungan RS TNI dan Polri, tambah Rohidin, serta fasilitas milik instansi vertikal juga siap membantu daerah dalam penanganan pasien covid19 jika terjadi ledakan kasus.

Pemprov sendiri telah menyiapkan langkah strategis dalam pemulihan dampak ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19 yang terjadi.

“Kita telah menyiapkan langkah – langkah pemulihan ekonomi, bagaimana kita menggerakkan semua Kabupaten/Kota sesuai APBD masing – masing untuk melakukan penanganan, saya kira gerak langkah yang diambil Bupati/Walikota sudah sangat bagus untuk menangani dari aspek sosial ekonomi di tengah – tengah masyarakat,” tutup Rohidin.

Sebagaimana diketahui, bahwa ekonomi provinsi Bengkulu tidak sepenuhnya tergantung pada sektor industri dan pariwisata seperti daerah lainnya di Indonesia, sehingga dampak Covid 19 tidak sedasyat yang dialami oleh provinsi lain di Indonesia. (MC diskominfotikprovbkl)


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 4 =