Pedagang Pasar Tradisional Rebutan Curhat ke Gubernur Rohidin, Begini Kisahnya

Published by kominfo news on

Bengkuluprov – Saat ini, kondisi perekonomian masyarakat lesu dan terpuruk akibat dampak pandemi COVID-19. Hal ini dirasakan oleh sebagian besar komunitas pekerja Kabupaten Lebong.

Untuk meringankan beban masyarakat terdampak COVID-19 tersebut, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama rombongan FKPD Bengkulu turun langsung menyalurkan bahan pangan berupa beras kepada komunitas pekerja. Seperti pedagang pasar tradisional, tukang parkir, buruh, kuli panggul, disabilitas, dan sebagainya.

“Bahan pangan ini kita salurkan untuk meringankan beban masyarakat yang pendapatannya menurun maupun tutup akibat pandemi COVID-19. Semoga yang diberikan, walaupun tidak seberapa dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Rohidin, 16/04.

Di sela penyaluran bantuan bahan pangan tersebut, Gubernur Rohidin menyambangi pedagang sayur dan kue keliling, yang dagangannya masih terlihat banyak (tidak laku). Di momen ini, ia bercengkrama langsung dengan pedagang, menanyakan bagaimana kondisi disaat merebaknya Virus Corona Disease 2019 atau COVID-19.

“Di kondisi sekarang, kita semua mengalami kesulitan namun kita harus tetap semnagat menjalani kehidupan. Disini, saya akan beli dagangan ibu, tapi dengan syarat dagangan yang dibeli ini, dibagikan kembali secara gratis kepada masyarakat sekitar,” terang Gubernur yang memborong seluruh dagangan pedagang sayuran di pasar Muara Aman Lebong.

Salah satu pedagang sayuran, Mak Ayu (46) mengungkapkan sudah beberapa Minggu ini sepi pembeli. Jikapun ada masih tidak seperti hari biasanya (sebelum COVID-19). Dengan begitu, penghasilannya menurun dan dagangan pun kadang busuk karena sudah berhari hari tidak laku.

“Biasanya kami selalu rugi, karena tidak ada pembeli yang datang. Pasar pun sepi pembeli, dampak COVID-19 sangat terasa. Hari ini alhamdulillah, semua dagangan kami diborong bapak Gubernur, semoga bapak tetap sehat dan selalu mendengar keluhan masyarakatnya yang sedang sulit ini,” terang Mak Ayu yang sudah 10 tahun berjualan di pasar tradisional tersebut.

“Senada dengan itu, Nenek Ratmawati atau Nek Rat (65) menyampaikan hal yang sama, ia berdagang kue keliling hingga siang namun selalu tidak habis (tidak laku). Kadang ia sempat putus asa, tapi dia selalu berusaha mencukupi untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Beginilah keadaan, dagangan nenek selalu tidak habis, walaupun keliling hingga siang hari. Hari ini pertama kali melihat, menyentuh, dan berbicara langsung dengan Gubernur, beliau pun langsung borong semua dagangan nenek. Alhamdulillah langsung dibayar 300 ribu dari dompetnya, padahal jumlah dagangan nenek tidak sampai segitu, terimakasih Gubernur Rohidin Mersyah, semoga sehat selalu,” kata nenek dengan penuh haru. (MC diskominfotikprovbkl)

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × four =